Tuesday, January 4, 2011

7 Kebiasaan ( Tak) Efektif di Twitter

Twitter , social media satu ini tampaknya akan terus meningkat penggunanya . Sampai saat
ini diperkirakan jumlah pengguna twitter di Indonesia telah lebih dari enam juta pengguna. Aplikasi ini mirip ruangan di mana semua orang yang berada di dalamnya membawa
megaphone . Bisa dibayangkan bagaimana riuhnya suara-suara dan perbincangan yang mereka lakukan?
Karena ruangan yang bebas tersebut, tak ada batasan topik apa yang diperbincangkan. Setiap orang membicarakan sesuatu sesuai hobi, kebiasaan dan hal -hal yang menurutnya penting. Berita panas terkini , kabar gembira memperoleh keponakan baru, kesedihan karena hamsternya mati dan apapun, seperti tagline -nya twitter " what’ s happening " .
Agar kehadiran kita di ruangan tersebut bisa dirasakan, kita sebaiknya berkomunikasi secara
efektif. Sehingga semua orang akan menoleh dan memperhatikan pesan/kabar apa yang kita sampaikan . Selain kita harus selalu mem - posting sesuatu yang informatif dan menarik
ada beberapa hal yang perlu diperhatikan .

1 . Tidak memasang foto atau mengisi bio
Anonim sebenarnya tidak apa- apa. Namun akan lebih bagus andai kita tak menyembunyikan
identitas . Dengan mengetahui identitas kita , seseorang akan mengetahui kompetensi, skill atau sesuatu yang unik yang kita punya . Akan lebih meyakinkan bahwa kita bukanlah robot apabila bio kita dilengkapi dengan foto atau avatar.

2 . Menjawab kicauan dengan reply bukan retweet
Kebanyakan orang yang menjawab kicauan dengan RT ( retweet) alasanya agar pesan yang
disampaikan tidak hilang . Namun sayang beberapa orang justru tak mempertimbangkan itu . Sehingga pada retweet- an user kedua atau bahkan ketiga, pesannya hilang, tinggal nama nama akun yang tertera .
Selain itu, me -retweet setiap perbincangan (lokal) , akan mengganggu user lain . Memang jika tak suka tinggal unfollow , masalahnya meski sudah unfollow tetap mendapatkan limpahan RT dari orang lain . Retweet -lah hanya kicauan yang informasinya berguna untuk semua orang, lucu atau yang bermanfaat.

3 . Menghabiskan space
Twitter hanya menyediakan 140 karakter untuk menyampaikan pesan. Namun sebaiknya kita tak menghabiskannya . Kita harus menyisakan ruang sehingga ketika ada follower yang akan meretweet tak akan kesulitan . Jangan pernah memakai twitlonger, sia-sia . Karena berdasarkan survei 80% tweeple tak pernah mengklik link .
Ngetwit- lah dengan bahasa yang efisien dan efektif!

4 . Memboyong kebiasaan offline ke online
Ada beberapa kebiasaan sehari- hari yang mestinya tak terbawa ke online . Karena twitter adalah medium yang mempunyai karakter khusus . Sehingga beberapa kebiasaan offline tak relevan lagi di twitter. Misalnya ketika mem -follow seseorang dengan meminta izin lebih dulu.
Dianggap sombong ( tak sopan ) ketika tidak mem - follow balik. Bahkan ada sebagian kecil yang ketika mem - follow seseorang dia meminta di- follow balik .

5 . Tidak pernah merespon , menyebar energi negatif
Memang Twitter ( idealnya) bukanlah tempat chatting . Namun kita harus selalu merespon atau melakukan konversasi sewajarnya jika ada yang bertanya atau meminta informasi lebih lengkap. Twitter bukan juga tempat ideal untuk diskusi , karena terbatasnya space kemungkinan salah paham lebih besar. Sebaiknya juga bisa menahan diri ketika sedang
emosional dan tak menjadikan twitter untuk melampiaskan kekecewaan dan keluhan kita .
Kasihan teman- teman, karena mereka juga sudah mempunyai masalahnya masing -masing dan
bahkan bisa jadi lebih berat .

6 . Menjadi orang lain
Menjadi diri sendiri , klise memang . Namun maksudnya di sini adalah jujur . Perlihatkan
personalitas kita apa adanya . Pastikan kita adalah " teman" yang menyenangkan di timeline. Bukan robot yang hanya memposting terus -menerus hal- hal yang didapat dari copy paste , meskipun dengan menyebutkan sumbernya. Misalnya pepatah pepatah usang yang tetap inspiratif atau kutipan dari orang- orang hebat.

7 . OD (Over Dosis)
Apapun kalau over dosis pasti tidak bagus. Begitu juga ketika ngetwit . Tidak perlu memaksakan diri kalau memang tak ada sesuatu yang harus " dilaporkan ". Bisa-bisa jatuhnya akan garing dan wagu . Memang tidak ada ukuran seberapa ideal per menit posting. Namun kita bisa mengukur dengan bertanya ke masing - masing diri . Jika hal itu menganggu , kemungkinan besar orang lain yang membaca akan terganggu juga. Mengagumkan juga ketika melihat seseorang yang baru ngetwit tiga bulan namun jumlah postingannya melebihi sepuluh ribu, dan semuanya inspiratif , lucu dan bermanfaat !

Sumber: detik.com
Published with Blogger-droid v1.6.5

read more..

0 comments:

Post a Comment